Indrayani (33), penumpang mobil yang ditembaki polisi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengembuskan nafas terakhir di RS M Hoesin Palembang pagi ini. Dengan demikian, korban jadi 2 orang.
Berita duka ini disampaikan kerabat korban, Ujang, Senin (24/4/2017). Indra meninggal sekitar pukul 05.00 WIB. Jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka di Desa Belitar Curup, Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
"Saya dihubungi pihak Polres Lubuklinggau tadi pagi. Saat ini sudah dalam perjalanan menuju kediaman," kata Ujang.
Indra mengembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan selama 6 hari di RS. Pria tersebut terluka tembak di bagian leher dan menembus tulang belakang.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkan hal tersebut. Menurut dia, jenazah dilepas Polda Sumsel dan Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono Hari Bawono sekitar pukul 07.00 WIB.
"Tadi saya sempat datang ke rumah sakit untuk melepas keberangkatan jenazah. Sesuai permintaan pihak keluarga, jenazah langsung diberangkatkan ke kediamannya di Bengkulu," ujar jenderal bintang dua tersebut.
Selain Indra, korban tewas dalam penembakan Brigadir K, Selasa (18/4) lalu, adalah Surini (54). Mobil mereka ditembaki karena tak berhenti saat razia di Jl Fatmawati, Lubuklinggau. Setelah diusut, ternyata sopir, Diki, mengaku kabur karena tak memiliki SIM. Pajak mobil juga mati.
Baca Juga:
Brigadir K dijadikan tersangka dalam kejadian ini. Dia dianggap lalai dalam bertugas sehingga menyebabkan meninggalnya orang lain. Anggota Polres Lubuklinggau ini ditahan di Polda Sumsel.
Berita duka ini disampaikan kerabat korban, Ujang, Senin (24/4/2017). Indra meninggal sekitar pukul 05.00 WIB. Jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka di Desa Belitar Curup, Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
"Saya dihubungi pihak Polres Lubuklinggau tadi pagi. Saat ini sudah dalam perjalanan menuju kediaman," kata Ujang.
Indra mengembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan selama 6 hari di RS. Pria tersebut terluka tembak di bagian leher dan menembus tulang belakang.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkan hal tersebut. Menurut dia, jenazah dilepas Polda Sumsel dan Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono Hari Bawono sekitar pukul 07.00 WIB.
"Tadi saya sempat datang ke rumah sakit untuk melepas keberangkatan jenazah. Sesuai permintaan pihak keluarga, jenazah langsung diberangkatkan ke kediamannya di Bengkulu," ujar jenderal bintang dua tersebut.
Polda Sumatera Selatan menetapkan Brigadir K sebagai tersangka kasus penembakan sekeluarga dalam mobil di Lubuklinggau. |
Selain Indra, korban tewas dalam penembakan Brigadir K, Selasa (18/4) lalu, adalah Surini (54). Mobil mereka ditembaki karena tak berhenti saat razia di Jl Fatmawati, Lubuklinggau. Setelah diusut, ternyata sopir, Diki, mengaku kabur karena tak memiliki SIM. Pajak mobil juga mati.
Baca Juga:
- Polisi: Kami Bermaksud Hendak Menembak Ban Mobil
- Buntut Aksi Koboi Brigadir Kalingga, Warga Minta Kapolres Lubuklinggau Dipecat
- Kapolda Sumsel Minta Maaf, Korban: "Aku Minta Polisi Diproses, Anakku Cacat, Nyawa Keluargaku Hilang"
- Saksi: 'Demi Allah, Korban Penembakan Dalam Mobil Itu Diseret Seperti Binatang'
Brigadir K dijadikan tersangka dalam kejadian ini. Dia dianggap lalai dalam bertugas sehingga menyebabkan meninggalnya orang lain. Anggota Polres Lubuklinggau ini ditahan di Polda Sumsel.